Household Livelihood Strategy In Manusela National Park, North Seram Regency, Maluku Province

Leunard Onisivorus Kakisina

Abstract


Abstract

Since it was designated as Manusela National Park as a national park, it has caused social problems due to limited public access to the park area. The study was conducted in Paliana Village and Sawai Village as special zones in October 2025. This study aims to analyze household activities and patterns of household livelihood strategies in meeting the needs of families living around the Manusela National Park area. Data is collected through the survey method. The results of the study show that there are three sources of livelihood for the people living in and around the Manusela National Park, namely; natural capital (in the fields of activities, gardening, farming, livestock, hunting, and harvesting forest products such as picking candlenuts, tapping palm trees to make brown sugar and traditional drinks "sopi", honey, and so on); social capital (greeting neighbors,  visiting the sick, sharing crops, helping neighbors and so on) and the work of farm laborers, construction workers, traders, employees, drivers, civil servants, in other provinces or districts. After changing status, some family members look for sources of income outside the forest area, resulting in underembeddedness. They use various livelihood strategies because the income of the agricultural sector is not able to meet the needs of family life. They seek other income from the non-agricultural sector on a small scale, due to the low level of education so they work as; farm laborers, construction workers, drivers, traders. Some households carry out migration strategies as construction workers, employees, civil servants, traders, in the province or district. This job is done by the lack of job opportunities and relationships and the low level of education they have.

Keywords: household activity, level of instability, and livelihood strategy


Keywords


Household Activity, Level Of Instability, And Livelihood Strategy

Full Text:

PDF

References


. Adhypoetra & Putri. (2019). Pola Komunikasi Antarpribadi Pelatih Dan Siswa Dalam Membangun Motif Berolahraga Sepak Bola Usia Dini. Jurnal Pustaka Komunikasi. Vol. 2, No. 1. Hal 118 – 130

. Bimo Walgito. (2003). Psikologi Sosial, Edisi Revisi, Andi Offset

. Bourdieu, 1996. Perbedaan: Kritik Sosial terhadap Penghakiman Rasa. Cetakan ke-8, diterjemahkan oleh Richard Nice. Cambridge. Harvard University Press.

. Conway, G dan Chambers, R. 1991. Mata Pencaharian Pedesaan Berkelanjutan: Konsep Praktis untuk Abad ke-21. Makalah Diskusi IDS 296.

. Damsar. 2011. Pengantar Sosiologi Ekonomi. Kencana Prenada Media Group. Jakarta

. Derkyi.M, M.Tonen, B.Kyereh, dan T.Dietz. 2013. Rezim Hutan dan Mata Pencaharian yang Muncul di Cagar Hutan Tano Offin, Ghana: Implikasi untuk Perlindungan Sosial. Kebijakan dan Ekonomi Kehutanan, Vol.32, Juli: hlm.49-56.

. Dharmawan.A.H. 2001. Strategi mata pencaharian rumah tangga pertanian dan perubahan sosial-ekonomi di pedesaan Indonesia. Disertasi, Universitas Göttingen, Jerman.

. Dharmawan.A.H. 2007. Sistem Penghidupan dan Nafkah Pedesaan: Pandangan Sosiologi Nafkah (Livelihood Sociology) Mazhab Barat dan Mashab Bogor. Sodalitas: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi dan Ekologi Manusia. Agustus:hlm. 169-192.

. Ellis, F., 2000. Mata Pencaharian dan Keanekaragaman Pedesaan di Negara Berkembang. Oxford University Press Granovetter, M, dan R.Swedberg. 1992. Sosiologi Kehidupan Ekonomi. Westview Press, Inc.

. Lee, Everett S. 2011. Teori Migrasi. Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan UGM

. Harper, CL 2012. Lingkungan dan Masyarakat (Perspektif Manusia tentang Masalah Lingkungan). Pendidikan Pearson, Inc. New Jersey.

. Hasanuddin, 2011. Tingkat Ketergantungan Masyarakat Desa Labuaja Terhadap Zona Tradisional Taman Nasional Manusela Bulusarauang. Jurnal Hutan dan Masyarakat, Volume 6 No. 2: 101-110.

. Hasbullah, J. (2006). Social Capital (Menuju Keunggulan Budaya Manusia Indonesia. Jakarta: MR-United Press.

. Jusuf. Y, Sahide M.A.K., 2010,. Pendekatan Kolaborasi dalam Pengelolaan Taman Nasional Manusela : Strategi Menyiapkan Kepentingan Ekologi dan Sosial Ekonomi. Ringkasan Opini, No. ECICBFM II-2010.02. Makassar

. Mardiyaningsih.D.I, A.H.Dharmawan dan F.Tonny. 2010. Dinamika Sistem Penghidupan Masyarakat Tani Tradisional dan Modern di Jawa Barat. Sodalitas: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia. April, hlm.115-145.

. McLennan dan T.Garvin. 2012. Variasi Intra-Regional dalam Penggunaan Lahan dan Perubahan Mata Pencaharian Selama Transisi Hutan di Barat Laut Kering Kosta Rika. Jurnal Kebijakan Penggunaan Lahan, Vol. 29, Edisi 1, Januari: hal.119-130.

. Mosiane.B. 2011. Mata Pencaharian dan Potensi Transformatif Kota: Tantangan Pembangunan Inklusif di Rustenburg, Provinsi Barat Utara, Afrika Selatan. Jurnal Geografi Tropis Singapura 32: hlm.38-52.

. Nasi.R, A.Taber dan N.V.Vliet. 2011. Hutan Kosong, Perut Kosong? Daging liar dan mata pencaharian di Cekungan Kongo dan Amazon. Tinjauan Kehutanan Internasional Vol. 13 (3): 355-368.

. Nielsen.O.J, S.Rayamajhi, P.Uberhuags, H.Meilby, CS Hall. 2013. Mengukur Strategi Mata Pencaharian Pedesaan di Negara Berkembang Menggunakan dan Pendekatan Pilihan Kegiatan. Ekonomi Pertanian 44: 57-71.

. Nurrani. L. 2011. Karakteristik Pemanfaatan Lahan Hutan oleh Masyarakat Sekitar Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Jurnal Balai Penelitian Kehutanan Manado, Vol.1 No.1, Nov: p.71-87.

. Orsi.F, R.L.Church, dan D.Geneletti. 2011, Restorasi Lanskap Hutan untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Mata Pencaharian Pedesaan: Sebuah Optim Spasial yaitu sebagai Model. Jurnal Pemodelan dan Perangkat Lunak Lingkungan, Vol.28, Edisi 12, Desember: hlm.1622-1636.

. Oxfam. 2009. Membangun Peluang: Menjamin Ketahanan Pangan dan Pendapatan, Cerita dari Kepulauan Buton, Muna, Tunda, Tanibar, dan Aru. Program Oxfam GB Indonesia.

. Persha.L, H.Fischer, A.Chhatre, A.Agrawal dan C. Denson. 2010. Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Mata Pencaharian di Lanskap yang Didominasi Manusia: Hutan Bersama di Asia Selatan. Jurnal Konservasi Biologis, Vol.143, Edisi 12, Desember: hlm.2918-2925.

. Prasetya AR. 2013. Struktur dan strategi nafkah rumahtangga petani peserta program pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) di Bogorejo [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

. Sabar. A & Supratman, 2011. Analisis Kompatibilitas Pemanfaatan Lahan Masyarakat Di Zona Khusus Taman Nasional Manusela Bulusurauang. Jurnal Hutan dan Masyarakat, Volume 6, No. 1: 43-51.

. Salman, D. 2012. Sosiologi Desa, Revolusi Senyap dan Tarian Kompleksitas. Ininnawa. Makassar.

. Smelser.J.Neil dan Richard Swedberg. 2005. Memperkenalkan Sosiologi Ekonomi (eds), dalam Buku Pegangan Sosiologi Ekonomi. Princeton University Press.

. Sunderland, TCH 2011 Ketahanan pangan: mengapa keanekaragaman hayati penting? Tinjauan Kehutanan Internasional, 13 (3): 355-368.

. Wasito, U.Suwarman, E.Ananta, E.Sunarti, dan A.H.Dharmawana, 2011. Model Nafkah dan Pemenuhan Kebutuhan Pangan Keluarga Petani Miskin Di Hutan Jati Di Kabupaten Blora. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, Vol. 8 No. 2: 59-80.

. Wasito, U.Suwarman, E.Ananta, E.Sunarti, dan A.H.Dharmawanb, 2011. Nafkah Keluarga Petani Miskin dan Keberlanjutan Hutan Jati Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol.8 No.1 Maret: 71-92.

. Yerikho, Joshua. 2007. Hubungan Tingkat Pendapatan Keluarga dengan Pendidikan Anak. Jurnal Penelitian Pendidikan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

. Yusran. 2012. Hutan dan Masyarakat: Tinjauan dalam Perspektif Kebijakan dan Sosial Ekonomi. IPB Press. Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.52155/ijpsat.v55.2.7669

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Leunard O Kakisina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.